Kalimashada.com

ACEH SINGKIL — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh menggelar safari konsolidasi dan penguatan struktur partai di Kota Subulussalam serta Kabupaten Aceh Singkil. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) tersebut difokuskan untuk membedah ulang peta politik lokal sekaligus merespons dinamika hukum nasional pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum DPW PKS Aceh, H. Kasibun Daulay, S.H., didampingi Wakil Sekretaris Umum III Bidang Propampim, Joko Wardoyo. Safari ini menyasar penguatan delapan basis strategis partai di wilayah perbatasan selatan Aceh.
Kasibun menekankan pentingnya kepekaan seluruh kader terhadap perubahan konstelasi politik, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ia menguraikan implikasi dinamika regulasi pemilu serta berbagai putusan MK yang dinilai berpengaruh langsung pada peta pertarungan politik lokal.
"Perubahan hukum dan konstitusi menuntut kader di daerah memiliki kepekaan tinggi agar tidak tertinggal dalam membaca arah pergerakan politik," tegas Kasibun dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/10/2026).
Selain mengulas isu konstitusi, konsolidasi ini juga menjadi ajang evaluasi kesiapan infrastruktur partai dalam menghadapi agenda politik mendatang. Kasibun menginstruksikan seluruh jajaran kader di wilayah yang dikenal sebagai tanah kelahiran ulama besar Syekh Abdul Rauf As-Singkili tersebut untuk keluar dari zona nyaman dan meningkatkan soliditas internal demi mengantisipasi berbagai skenario politik.
Pertemuan yang dikemas dalam format diskusi interaktif itu disambut hangat oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Subulussalam dan Aceh Singkil. Forum tersebut menyepakati penguatan disiplin organisasi serta kepekaan dalam merespons isu publik sebagai langkah prioritas guna menggalang dukungan masyarakat di wilayah selatan Aceh.(Maksum)



