Kalimashada.com

ACEH SINGKIL — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh berkolaborasi dengan inisiator lokal menggelar Workshop Kasab Sulam Benang Emas khas Kecamatan Kuala Baru. Langkah ini diambil guna mencegah kepunahan seni kriya tradisional di kawasan pesisir sekaligus mendorong regenerasi perajin di kalangan generasi muda.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Azwar, S.Sos.I., tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) di Gedung Serbaguna Desa Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil. Pelatihan intensif ini akan dipandu langsung oleh para perajin senior lokal.

Inisiator kegiatan, Azwar, mengungkapkan bahwa seni kasab atau sulam benang emas khas Kuala Baru saat ini menghadapi tantangan serius akibat minimnya perajin dari kalangan muda. Saat ini, keahlian menyulam tersebut mayoritas hanya dikuasai oleh generasi lansia.

"Kasab sulam benang emas bukan sekadar hiasan kain beludru untuk pelaminan atau upacara adat, melainkan identitas budaya dan sejarah masyarakat Kuala Baru. Jika tidak kita ajarkan kepada pelajar dan generasi muda sekarang, seni warisan leluhur ini terancam punah dalam satu dekade ke depan," ujar Azwar, Rabu (14/10/2026).

Target utama dari pelatihan ini adalah para pelajar tingkat SMA serta pemuda-pemudi di Desa Kuala Baru Laut. Materi workshop dirancang secara komprehensif dengan memadukan pembekalan teori dan praktik langsung pembuatan kasab.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga mengalir dari Penggiat Budaya Aceh Singkil, Amrul Badri. Ia menegaskan pentingnya ketersediaan ruang edukasi seni tradisi secara berkelanjutan agar nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga.

"Kegiatan seperti ini harus senantiasa digalakkan kembali agar generasi muda tidak kehilangan arah dan tidak lupa dengan warisan budaya luhurnya sendiri," pungkas Amrul.(Maksum)

Kalimashada.com
TopikAceh